Mengatasi-pencucian-pupuk

Tips Mengatasi Pencucian (Leaching) Pemupukan di Musim Hujan

Pemupukan merupakan salah satu kegiatan penting yang menjadi faktor penentu tingkat produktivitas tanaman. Pemupukan bertujuan memberikan nutrisi tambahan pada tanah yang akan diserap oleh tanaman untuk proses pertumbuhannya. Pertumbuhan tanaman dapat dioptimalkan jika faktor pertumbuhan terutama pemupukan tersedia dalam jumlah yang cukup dan berimbang.

      Memasuki musim hujan seperti saat ini, kehilangan unsur hara dalam kegiatan pemupukan terkadang menjadi masalah bagi petani. Kehilangan hara yang terjadi di lahan dapat terjadi akibat pencucian, erosi, run off serta penguapan. Kehilangan unsur hara pada musim hujan terjadi melalui  melalui leaching atau pencucian. Pada tekstur pasir pencucian hara akan lebih intensif atau lebih cepat dibandingkan tanah bertekstur lempungan.

  Secara umum, pencucian (leaching) hara diartikan sebagai proses hilangnya hara yang terbawa melalui pergerakan air tanah dari lapisan atas ke bawah sampai kedalaman tertentu. Proses pencucian hara bersifat spesifik dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah, jenis pupuk dan kelarutannya, curah hujan, faktor tanaman, dll. 

  Beberapa unsur hara yang terkandung di dalam pupuk yang berpotensi mengalami proses pencucian melalui hujan diantaranya Nitrogen dan Phospat. Unsur hara Nitrogen bersifat mobile atau mudah berubah bentuk sehingga proses pencucian unsur hara nitrogen bersifat lebih intensif pada tanah pasir di area yang memiliki curah hujan tinggi atau irigasi yang berlebihan. Pencucian unsur hara Phospat dapat meningkat pada kondisi tanah yang memiliki tingkat permeabilitas atau tingkat kemampuan tanah untuk meneruskan air tinggi.

         Pencucian atau leaching unsur hara dapat menjadi masalah lingkungan apabila terlarut ke dalam air tanah.  Pupuk nitrogen yang tidak diserap oleh tanaman akan tercuci dari zona perakaran. Sesuai dengan sifatnya yang mudah larut dalam air maka nitrogen yang tercuci ini akan bergerak menuju perairan.  Keberadaan unsur nitrat dari pupuk nitrogen inilah pada akhirnya dapat mencemari air tanah. Pencucian unsur nitrat yang intensif terjadi dapat membahayakan kesehatan manusia.

Dikutip dari Smart Fertilizer, Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan petani untuk meminimalisir terjadinya pencucian pupuk akibat hujan :

1. Aplikasi Pemupukan yang Tepat

Aplikasi pemupukan yang berlebihan menjadi masalah utama dalam pencucian unsur hara. Oleh karena itu dalam melakukan pemupukan petani perlu menerapkan prinsip pemupukan berimbang berupa tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara dan tepat sasaran. Aplikasi pemupukan secara tepat dapat mencegah pupuk terbuang sia-sia atau tercuci (leaching) oleh air hujan.

2. Menggunakan Pupuk yang bersifat slow release

Pupuk yang bersifat slow release merupakan pupuk yang melapaskan unsur hara secara perlahan. Pupuk ini melepaskan unsur hara sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kelebihan aplikasi pupuk slow release yaitu tidak mudah menguap dan tidak mudah mengalami pencucian (leaching), tersedia dalam untuk tanaman dalam jangka waktu lama. Pupuk NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE adalah pupuk produksi PT HEXTAR FERTILIZER INDONESIA yang merupakam contoh pupuk yang bersifat slow release. Pupuk NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE berteknologi Compaction Compound sehingga memiliki konsistensi kandungan unsur hara makro dan mikro dalam setiap butiran pupuk sehingga sesuai dengan kebutuhan tanaman

3. Mengganti Kehilangan Unsur Hara akibat Pencucian

Unsur hara yang hilang akibat pencucian air hujan harus digantikan ketersediaannya untuk mempertahankan keberlanjutan kesuburan tanah. Kehilangan hara ini merupakan kehilangan modal yang besar bagi petani. Pergantian kehilangan hara dalam tanah dapat dilakukan dengan menambahkan pupuk kandang, kompos, bahan organik ke dalam tanah. Penambahan bahan organik akan memperbaiki kesuburan dan berdampak pada peningkatan produktivitas.

Sumber : https://www.smart-fertilizer.com/articles/ways-to-minimize-nitrate-leaching/#

Article : LEACHING LEVEL OF N, P, K, AND SEVERAL TYPES OF FERTILIZER Suroso Rahutomo dan Eko Noviandi Ginting

 

Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan 2013. EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK –N UNTUK PENGURANGAN KEHILANGAN NITRAT PADA LAHAN PERTANIAN.

 

Rajiman. PENGANTAR PEMUPUKAN

Share Article

Facebook
WhatsApp
Twitter

Share Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *