Penyakit-Moler-Bawang-Merah

PETANI PERLU WASPADA ! PENYAKIT MOLER YANG MENYERANG TANAMAN BAWANG MERAH!

Bawang merah, tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan petani karena memiliki nilai jual dan permintaan yang tinggi di pasaran. Meskipun demikian, tanaman bawang merah juga rentan terserang hama dan penyakit. Salah satu penyakit penting yang menyerang tanaman bawang merah yaitu penyakit moler.

Penyakit moler atau dikenal petani sebagai penyakit inul merupakan sebutan umum yang sering digunakan petani jika tanaman bawang merah menunjukkan gejala umbi busuk, daun terpelintir dan tanaman mudah dicabut. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium Oxysporum.

Umumnya, penyakit moler terjadi paling parah saat musim hujan. Tingginya curah hujan dan kondisi lingkungan yang lembab mendukung perkembangan penyakit ini.  Meskipun demikian, penyakit moler juga sering ditemukan pada musim kemarau. Penyakit ini sangat merugikan petani karena dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara kuantitas maupun kualitas.

Sangat mudah untuk mengenali tanda dan gejala apakah tanaman bawang merah Sobat Hextar terserang penyakit moler. Berikut beberapa gejala penyakit moler bawang merah :

  • Warna daun menguning dan melengkung
  • Daun mengkerut dan melintir
  • Pertumbuhan akar tanaman tidak sempurna
  • Akar tanaman membusuk dan mudah tercabut
  • Umbi bawang membusuk dan terdapat koloni jamur berwarna putih
  • Tanaman bawang layu secara mendadak
penyakit-moler

Gejala penyakit moler pada bawang merah 

Selain menyerang tanaman bawang merah, penyakit moler juga dapat menyerang tanaman bawang putih dan bawang bombay.

Sobat Hextar, berikut beberapa cara untuk mencegah dan mengendalikan penyakit moler pada tanaman bawang merah :

  • Sanitasi lingkungan, dengan cara menjaga kebersihan lahan dari gulma agar tanaman tidak terlalu lembab
  • Selalu menggunakan bibit yang sehat dan bebas dari Fusarium
  • Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terinfeksi penyakit moler
  • Pengendalian biologi dengan mengaplikasikan agens hayati Gliocladium sp atau Trichoderma
  • Pengendalian kimiawi dengan aplikasi fungisida berbahan aktif Benomil dan Mancozeb
  • Aplikasi pemupukan yang seimbang sesuai dosis rekomendasi agar tanaman tumbuh sehat dan daya tahan tanaman meningkat.

Share Article

Facebook
WhatsApp
Twitter

Share Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *