hama-dan-penyakit-tanaman-karet

Penyakit Penting Tanaman Karet dan Pengendaliannya

Penyakit penting tanaman karet – Tanaman karet merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang memiliki prospek yang cerah untuk di budidayakan. Tanaman karet menghasilkan lateks sebagai bahan baku pembuatan produk sintesis seperti alat-alat kendaraan, alat kesehatan, perkakas dll. Upaya peningkatan produktivitas tanaman karet terus dilakukan. Agar mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan banyak lateks maka perlu memperhatikan syarat tumbuh, lingkungan dan teknik budidaya yang tepat. Namun dalam proses budidaya tanaman karet terkadang ditemui beberapa kendala seperti adanya serangan penyakit yang menyerang tanaman karet sehingga dapat mengganggu proses pertumbuhan karet dan menurunkan produktivitas karet dalam menghasilkan lateks. Oleh karena itu dalam melakukan budidaya tanaman karet petani perlu mengetahui jenis penyakit penting yang menyerang tanaman karet agar mampu melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian sejak dini.

Berikut penyakit penting yang tanaman karet dan pengendaliannya :

Penyakit Jamur Akar Putih

Penyakit jamur akar putih 

sumber : Bitki koruma

Jamur akar putih (Rigidoporus lignosus) menyerang akar tunggang dan cabang akar tanaman karet. Tanaman karet yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala daun kusam, layu, gugur dan mengakibatkan kematian tanaman karet. Gejala awal serangan jamur akar putih yaitu akar ditumbuhi benang benang jamur berwarna putih kekuningan mengakibatkan akar tanaman membusuk, lunak dan berwarna coklat. Jamur akar putih menular melalui kontak langsung antara akar tunggang tanaman sakit ke akar tanaman sehat. Jamur dapat menyerang tanaman karet pada fase pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM) sampai tanaman menghasilkan ( TM ). Umumnya serangan terjadi pada saat tanaman berumur 2-4 tahun.

Petani dapat mengendalikan penyakit jamur akar putih dengan cara : 

  • Menanam cover crop (tanaman penutup tanah) seperti jenis kacang kacangan minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet. Tanaman cover crop dapat mempercepat pembusukan sisa-sisa akar tanaman sehingga dapat menekan perkembangan jamur.
  • Melakukan pengolahan tanah dengan mencampurkan kompos dengan jamur Trichoderma harzanium yang ditaburi di dalam lubang tanam.
  • Melakukan sanitasi dengan cara membersihkan sisa akar tanaman yang terinfeksi jamur akar putih.
  • Menanam bibit tanaman karet yang sehat bebas dari jamur akar putih. Pada radius 30-100 cm disekeliling tanaman dilakukan penaburan serbuk belerang atau menggunakan pupuk Amonium Sulfat (ZA) seperti pupuk HX AS sesuai dosis anjuran dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman.

Penyakit Kering Alur Sadap (KAS)

Penyakit Kering Alur Sadap tanaman karet

Sumber BBP2TP

Umumnya petani mengenal penyakit Kering Alur Sadap dengan istilah kulit dalam coklat. Gejala penyakit ini yaitu keringnya alur sadap sehingga tidak mengalirkan lateks (getah karet). Penyebab Penyakit KAS ini diantaranya penyadapan lateks yang terlalu sering disertai dengan penggunaan bahan perangsang lateks ethephon. Bagian kering tersebut meluas sehingga pohon karet tidak dapat mengeluarkan lateks. Gejala ini menyebabkan kulit bagian dalam tanaman karet menjadi cokelat. Petani dapat mengandalikan penyakit ini dengan cara mengisolasi bagian kulit yang terserang, menghindari penyadapan terlalu sering dan mengupas kulit yang pecah-pecah atau kering dengan pisau sadap.


Penyakit Gugur Daun Corynespora

Gejala penyakit gugur daun Corynespora

sumber :Balitgetas

Penyakit gugur daun disebabkan oleh cendawan Corynespora cassiicola. Gejala serangan penyakit ini berupa bercak hitam di tulang daun pada tanaman karet yang muda.  Gejala berkembang dan meluas hingga bercak berbentuk bulat tidak teratur mengakibatkan daun berguguran. Serangan berat akibat penyakit ini dapat menyebabkan tanaman mati meranggas. Akibatnya tanaman karet tidak mampu berproduksi menghasilkan lateks.

Petani dapat mengendalikan penyakit gugur daun dengan cara : 

  • Melakukan pemupukan nitrogen dengan dosis tinggi ( dua kali dosis anjuran) pada tanaman yang terserang.
  • Istirahatkan pohon jika semua panel mengalami kekeringan
  • Tidak menanam klon yang peka terhadap penyakit gugur daun.
  • Klon yang peka pucuknya diokulasi dengan klon yang tahan untuk mendapatkan klon bau yang lebih tahan terhadap penyakit gugur daun.

Penyakit Gugur Oidium

Gejala penyakit gugur daun oidium

sumber : Balitgetas

Penyakit gugur daun Oidium merupakan penyakit utama pada tanaman karet. Umumnya petani mengenal penyakit ini dengan sebutan penyakit embun tepung. Penyakit embun tepung menyerang tanaman karet pada fase persemaian, pembibitan dan di perkebunan. Penyakit embun tepung menyerang bagian daun dengan gejala permukaan bawah daun terdapat bercak putih seperti tepung halus. Serangan lanjut mengakibatkan daun melengkung, ujung daun mati hingga gugur. 

Pada daun yang lebih tua menyebabkan daun bercak kekuningan atau coklat membentuk bintik-bintik nekrotik yang dapat mempengaruhi proses fotosintesis tanaman karet. Penyebaran penyakit embun tepung melalui spora yang diterbangkan oleh angin dan air hujan. Penyakit embun tepung dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, produksi lateks menurun sehingga mempengaruhi produktivitas tanaman karet.

Petani dapat mengendalikan penyakit gugur daun oidium dengan cara : 

  • Pemberian pupuk nitrogen untuk merangsang pembentukan daun baru lebih cepat, sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit embun tepung pada saat musim hujan.
  • Melakukan monitoring pengamatan penyakit embun tepung lebih dini. Pengamatan dilakukan setiap hari pada saat tanaman mulai membentuk tanaman baru agar dapat dilakukan pengendalian secara cepat apabila tanaman terserang penyakit embun tepung.

Penyakit Gugur Daun Colletotrichum

Penyakit Gugur Daun Colletotrichum

sumber : Balitgetas

Penyakit gugur daun Colletotrichum merupakan penyakit daun penting pada tanaman karet. Colltotrichum menyerang daun muda menimbulkan bercak bercak berwarna coklat kehitaman kemudian daun mengerut, busuk kebasahan pada bagian daun yang terinfeksi hingga gugur daun. Petani dapat mengandalikan penyakit ini dengan cara menjaga agar lingkungan perkebunan karet tidak terlalu lembab, menanam klon karet tahan dan melakukan pemupukan secara tepat dan berimbang.

sumber : 

Balai penelitian Getas

http://bbp2tp.bptpnews.id/Portal/detailBerita/1682

Agrios, GN. 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan (Terjemahan Munzir Busnia). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 

bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *