Pengendalian-hama-dan-penyakit-penting-padi

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi – Padi merupakan tanaman pangan penting di Indonesia. Padi sebagai tanaman pangan memiliki nilai historis sebagai makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia. Meskipun terdapat beberapa alternatif sumber karbohidrat seperti singkong, jagung, sagu dan talas, tetapi padi tetap populer dan banyak diminati masyarakat di Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, produksi padi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 45,45 juta ton. Produksi padi terus ditingkatkan, tetapi terdapat beberapa kendala yang membatasi proses produksi tersebut. Salah satunya adalah adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman padi yang dapat menurunkan produksi dan produktivitas padi. Oleh karena itu, petani perlu mengetahui jenis hama dan penyakit penting pada tanaman padi agar dapat melakukan tindakan pengendalian yang tepat.

Berikut beberapa jenis hama dan penyakit penting yang menyerang tanaman padi beserta rekomendasi pengendaliannya :

1. Penggerek Batang Padi

Hama-Penggerek-batang-padi

Gejala dan hama penggerek batang padi

sumber : KNOWLEDGE BANK IRRI

Penggerek batang ( Scirpophaga incertulas ) merupakan hama penting tanaman padi yang dapat menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi. Hama ini merusak pada semua fase pertumbuhan padi mulai dari pembibitan hingga panen. Bila serangan terjadi pada fase pembibitan dan vegetatif, gejala ini disebut Sundep. Apabila menyerang pada fase generatif, malai padi berwarna putih maka gejala ini disebut Beluk. Penggerek batang adalah ulat atau larva yang hidup di dalam batang padi. Gejala serangan hama penggerek padi ditandai dengan daun dan anakan padi rusak berwarna coklat dan mati.

Cara pengendalian hama penggerek batang padi yaitu :

  • Menanam padi varietas tahan penggerek batang.
  • Mengairi sawah lebih awal sehingga mendorong semua ulat menjadi kupu-kupu yang pada saat itu tanaman padi belum ada.
  • Mengambil dan memusnahkan kelompok telur pada persemaian dan tanaman muda.
  • Menghindari menanam padi pada bulan Desember – Januari. Perkembangan hama penggerek batang sangat cepat pada bulan tersebut karena curah hujan, suhu dan kelembapan udara sangat cocok bagi perkembangan penggerek batang.
  • Melakukan pemupukan berimbang, hindari pemberian pupuk N yang berlebihan, pupuk K dapat mengurangi keparahan akibat serangan hama penggerek batang.
  • Pengendalian dengan menggunakan pestisida sesuai dengan dosis anjuran. Pestisida berbahan aktif karbofuran, bensultap, karbosulfan, dimenhipo, amitraz dan fipronil.

2. Wereng Coklat

Wereng-coklat

WERENG BATANG COKLAT PADA TANAMAN PADI

sumber :ASEAN Sustainable Agrifood Systems

Kerusakan berat akibat serangan hama wereng coklat ( Nilaparvata lugens) dapat menyebabkan fuso atau gagal panen. Wereng batang coklat menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan dari dalam jaringan batang padi.  Gejala kerusakan wereng coklat yaitu daun padi kuning dan kering seperti terbakar (hupperburn). Hupperburn awalnya berbentuk lingkaran yang dimulai dari satu titik di lahan, kemudian menyebar ke segala arah.

Petani dapat mengendalikan wereng coklat dengan cara :

  • Menggunakan varietas padi tahan wereng coklat seperti Memberamo, Cigeulis dan Ciapus.
  • Menanam padi dengan jarak yang tidak terlalu rapat.
  • Menggunakan insektisida berbahan aktif amitraz, bupofresin, karbofuran, amidakloprid, metolkarb dan Insektisida nabati Beauveria bassiana.

3. Wereng Hijau

Pengendalian-jama-dan-penyakit-pada-tanaman-padi

gejala dan hama wereng hijau

sumber :Sumber Rice Knowledge Bank IRRI

Wereng hijau (Nephotetix virescens) adalah penyakit penting padi karena merupakan vektor atau pembawa virus penyakit tungro yang dapat menurunkan hasil panen padi hingga puso. Penyakit tungro dapat menyebabkan jumlah anakan berkurang dan gabah menjadi hampa.

Petani dapat mengendalikan hama wereng hijau dengan cara :

  • Menggunakan insektisida berbahan aktif bufrezin, imidkloprid, karbofuran atau tiametoksam.
  • Memanfaatkan musuh alami wereng hijau seperti laba-laba, cocopet dan kumbang koksi.

4. Walang Sangit

Hama-walang-sangit

HAMA WALANG SANGIT

sumber : pestnet.org dan IRRI

Leptocorisa oratorius atau walang sangit merupakan hama yang umum menyerang tanaman padi pada saat pengisian bulir. Serangga walang sangit menghisap butiran gabah dalam fase pematangan. Kerusakan akibat serangan walang sangit menyebabkan beras berubah warna, mengapur dan gabah menjadi hampa.

Petani dapat mengendalikan hama walang sangit dengan cara :

  • Kultur teknis dengan menanam padi serempak, pemupukan merata dan berimbang.
  • Pengendalian biologi dengan cara memanfaatkan agens hayati Beuvaria bassiana dan Metharizium sp.
  • Pengendalian dengan menggunakan perangkap. Hama Walang sangit tertarik pada bau busuk atau bangkai, pengendalian dengan perangkap bisa menggunakan bangkai kepiting, keong mas, ikan, atau kotoran ayam. Caranya dengan meletakkan bangkai tersebut pada tonggak kayu di tepi sawah. Walang sangit akan tertarik untuk menghisap bangkai tersebut lalu walang sangit dapat dimusnahkan.
  • Sanitasi lingkungan dengan cara membersihkan gulma di sawah.

5. Tikus Sawah

HAMA TIKUS SAWAH

Sumber: Rice Knowledge Bank IRRI

Penyebab utama kerusakan tanaman padi yaitu tikus sawah (Rattus argentiventer). Hama ini dapat menyerang padi mulai dari persemaian, pemanenen hingga di gudang penyimpanan. Gejala khas serangan tikus yaitu kerusakan tanaman di tengah petak, meluas ke arah pinggir dan serangan berat menyisakan 1-2 baris padi di pinggir petakan. Tikus sawah menyerang padi hingga tidak terbentuk anakan baru. Serangan tikus pada padi sawah dapat menyebabkan kehilangan hasil sebesar 5-10% setiap tahunnya.

Petani dapat mengendalikan hama tikus sawah dengan cara :

  • Gropyokan massal.
  • Pemasangan Trap Barrier System (TBS).
  • Pemasangan bubu perangkap di persemaian.
  • Melakukan fumigasi atau pengasapan.

6. Keong Mas

Keong mas dan kelompok telur keong pada tanaman padi 

Sumber Knoledgebank.irri  dan Cybex Pertanian

Keong mas merusak tanaman padi dengan cara memarut dan memakan jaringan tanaman terutama saat pembibitan. Bila terjadi serangan keong mas sebaiknya sawah dikeringkan karena keong mas dapat bertahan di sawah yang tergenang.

Petani dapat mengendalikan hama keong mas dengan cara :

  • Pengendalian mekanis dengan cara membajak sawah untuk mengurangi populasi keong mas. Memasang saringan pada saluran masuk dan keluar air untuk mencegah keong masuk ke petak sawah.
  • Menggunakan tanaman atraktan seperti daun pepaya, kulit nangka, kulit mangga, daun talas dan daun singkong. Keong akan berkumpul pada bahan atraktan yang diletakkan di petak sawah sehingga mudah untuk dipungut.
  • Menggunakan predator keong mas seperti bebek.
  • Pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati seperti pinang, limbah teh dan tembakau.

7. Hama Putih Palsu

hama-putih-palsu

Gejala dan larva hama putih palsu

Sumber : Knowledge Bank IRRI dan Sumber 8village

Tanaman padi yang terserang Hama Putih Palsu (Cnaphalocrocis medinalis ) menunjukkan gejala serangan daun tergulung dan terdapat larva di dalamnya. Larva atau ulat yang terdapat di dalam daun padi memakan jaringan hijau daun menyebabkan terbentuknya garis- garis putih transparan sepanjang 15-20 cm sehingga menganggu pertumbuhan tanaman. Kerusakan akibat hama putih palsu terlihat dengan adanya warna putih pada daun padi. Tanda adanya hama ini di sawah yaitu kehadiran ngengat berwarna kuning coklat yang memiliki pita hitam dengan garis lengkap atau terputus pada bagian sayap depan. Ledakan populasi hama putih palsu terjadi pada saat musim tanam setelah melewati musim kemarau panjang.

Petani dapat mengendalikan penyakit ini dengan cara melakukan pemupukan N, P, K secara berimbang, mengurangi dosis pupuk Nitrogen dan membersihkan gulma di pematang sawah.

8. Hama Ulat Grayak

LARVA ULAT GRAYAK

Sumber : Plantix

Larva ulat grayak padi (Mythimna separata ) merusak tanaman padi dengan cara memakan daun hingga menyisakan tulang daun dan batang. Larva atau ulat grayak menyerang pertanaman padi pada malam hari. Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan. Petani dapat melakukan pencegahan serangan hama ini dengan cara mengurangi pemupukan Nitrogen dan menanam varietas padi yang tahan.

9. Penyakit Hawar Daun Bakteri

HAWAR-DAUN-BAKTERI

Gejala penyakit hawar daun bakteri

Sumber : Knowledgebank IRRI

Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas campestris pv. Oryzae) berkembang dengan cepat pada musim hujan terutama di sawah yang selalu tergenang dan memiliki kandungan pupuk Nitrogen yang tinggi. Terdapat dua gejala khas Hawar Daun Bakteri yaitu kresek dan hawar. Kresek adalah gejala daun berwarna hijau kelabu, menggulung dan layu. Gejala ini terjadi pada saat tanaman padi berumur <30 hari (persemaian atau pindah tanam). Sedangkan hawar terjadi pada fase tumbuh anakan sampai fase pemasakan.

Gejala awal Hawar Daun Bakteri yaitu timbulnya bercak abu-abu pada tepi daun. Gejala tersebut berkembang dan meluas membentuk hawar dan daun mengering.

Petani dapat mengendalikan penyakit ini dengan cara :

  • Menanam padi varietas tahan seperti Code dan Angke pada daerah endemik Hawar Daun Bakteri.
  • Melakukan pemupukan lengkap dan berimbang.
  • Menghindari genangan air terus menerus pada lahan sawah.

10. Penyakit Tungro

Penyakit-tungro

Gejala penyakit tungro

 Sumber :  Knowledgebank IRRI

 

Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit penting tanaman padi yang penyebarannya hampir di seluruh wilayah Indonesia. Gejala khas penyakit ini yaitu perubahan warna daun menguning dan pertumbuhan tanaman padi kerdil.  Penyakit tungro ditularkan oleh wereng hijau.

Petani dapat mengendalikan penyakit tungro dengan cara :

  • Mengatur waktu tanaman serempak.
  • Menggunakan varietas tahan tungro seperti Tukad Petanu, Tukad Balian, Kalimas dan Bondoyudo.
  • Menanam dengan cara jajar legowo.

11. Penyakit Busuk Leher (Blas)

penyakit-blas-pada-padi

Penyakit Blas pada malai padi

 Sumber :  Knowledgebank IRRI

Awalnya penyakit blas atau busuk leher (Pyricularia grisea ) menjadi penyakit penting pada tanaman padi gogo. Tetapi penyakit ini menyebar dan dapat menginfeksi padi sawah hingga dapat menyebabkan penurunan hasil produksi padi. Penyakit blas menimbulkan gajala khas yaitu blas daun dan blas leher. Blas daun merupakan bercak coklat kehitaman, berbentuk belah ketupat dengan pusat bercak berwarna kuning. Sedangkan blas leher berupa bercak coklat kehitaman pada leher yang dapat menyebabkan malai padi patah.

Petani dapat mengendalikan penyakit ini dengan cara :

  • Menggunakan varietas tahan dan pemupukan NPK yang tepat dosis.
  • Menggunakan benih varietas yang sehat dan tahan seperti Inpari 21, Inpari 22, Inpari 27, Inpari 4, Inpago 5. Inpago 6, Inpago 7 dan Inpago 8.
  • Menghindari penggunaan pupuk Nitrogen yang berlebihan. Tanaman Padi yang diberi pupuk Nitrogen berlebihan akan menyebabkan tanaman lebih rentan terhadap penyakit blas. Sebaliknya, penggunaan pupuk Kalium menyebabkan tanaman menjadi lebih tahan terhadap penyakit blas. Oleh karena itu disarankan untuk menggunakan pupuk Nitrogen dan Kalium secara berimbang dengan dosis yang sesuai anjuran.

BAGIKAN ARTIKEL :

2 thoughts on “Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi”

  1. Hello! I know this is kind of off topic but I was wondering
    if you knew where I could find a captcha plugin for my comment form?

    I’m using the same blog platform as yours and I’m having trouble finding one?
    Thanks a lot!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *