Budidaya-tanaman-porang

PANDUAN LENGKAP BUDIDAYA TANAMAN PORANG

Budidaya Porang - Porang merupakan salah satu komoditas pertanian yang kini sedang tren karena bernilai ekonomi tinggi sehingga banyak diminati di pasar ekspor. Sebagai tanaman penghasil karbohidrat, lemak, protein, vitamin, porang digunakan sebagai bahan pangan, bahan baku industri kosmetik dan obat-obatan. Nilai jual tanaman porang yang tinggi membuat banyak masyarakat tertarik untuk membudidayakan tanaman ini.

Syarat Tumbuh

Tanaman Porang termasuk jenis tanaman yang toleran naungan serta dapat ditanam dengan sistem tumpangsari dengan tanaman pepohonan, seperti mahoni, sengon, jati, dll.

Dikutip dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, tanaman porang dapat tumbuh di lahan kering hingga pada ketinggian 800 mdpl. Media tanam yang ideal untuk pertumbuhan tanaman porang yaitu tanah dengan tekstur ringan, gembur serta memiliki kandungan organik yang tinggi.  Tanaman porang tumbuh dengan baik pada pH netral.

Tanaman Porang memiliki sifat yang khas sesuai dengan keadaan lingkungan. Pertumbuhan vegetatif tanaman maksimal pada saat lingkungan lembab dan hangat, sedangkan pertumbuhan generatif seperti perkembangan umbi saat kondisi lingkungan kering.

Budidaya Tanaman Porang

Selama ini, masyarakat hanya mengambil tanaman porang yang tumbuh liar di hutan. Padahal tanaman porang termasuk jenis tanaman yang mudah di budidayakan.

Tingginya harga dan permintaan pasar, bisa dijadikan pertimbangan Sobat Hextar untuk membudidayakan tanaman porang. Berikut panduan lengkap budidaya tanaman porang :

1. Persiapan Lahan

Tanah yang ideal bagi pertumbuhan tanaman porang yaitu bertekstur remah dan subur. Media tanam yang digunakan berupa campuran lapisan top soil (lapisan tanah bagian atas), pupuk organik maupun pupuk anorganik.

Kedalaman tanam yang ideal bagi pertumbuhan tanaman porang sekitar 5-15 cm dari permukaan tanah tergantung jenis bibit yang digunakan. Kedalaman tanah mempengaruhi pertumbuhan dan hasil umbi porang yang dihasilkan. Semakin dalam bibit ditanam akan menghambat pertumbuhan anakan umbi.

Jarak tanam yang digunakan untuk tanaman porang ditentukan berdasarkan umur panen yang ditargetkan. Jarak tanam 30 x 30 cm untuk porang yang dipanen pada umur 8 bulan. Jarak tanam 45 x 45 cm untuk tanaman porang yang dipanen pada tahun kedua, panen ketiga menggunakan jarak tanam 60 x 60 cm sedangkan untuk bibit yang berukuran besar ditanam dengan jarak 90 x 90 cm.

2. Pembibitan

Terdapat tiga jenis bibit yang digunakan untuk menanam porang, yaitu katak porang (bulbil), umbi dan biji porang. Katak porang yang dapat digunakan sebagai bibit berukuran 5 gram. Sedangkan bibit yang berasal dari umbi porang  harus berukuran besar (500 gram) dengan jarak tanam 90 x 90 cm.

Sebelum menanam bibit, sebaiknya dilakukan seed treatment untuk mencegah serangan jamur. Bibit porang direndam dengan larutan fungisida berbahan aktif mankozeb (0,2%) selama 10 menit dan dikeringkan selama 24 jam.   

3. Pemupukan

Untuk mendapatkan hasil panen tanaman porang yang optimal, maka Sobat Hextar wajib melakukan pemupukan yang tepat dan berimbang.  Unsur hara Nitrogen (N), Phospate (P) dan Kalium (K) merupakan unsur hara essensial yang berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman. Unsur Nitrogen berperan penting dalam proses pembentukan zat klorofil (zat hijau dau) dan merangsang pembentukan daun, tunas dan batang porang. Phospate berperan penting sebagai pembentuk energi dalam proses metabolisme tanaman. Sedangkan unsur Kalium berperan penting untuk meningkatkan mutu hasil tanaman.  

Berikut adalah program pemupukan berimbang tanaman porang menggunakan produk pupuk PT. Hextar Fertlizer Indonesia :

Aplikasi Pupuk Dasar

Pemupukan dasar diaplikasikan saat proses pengolahan lahan. Tujuannya agar menyediakan unsur hara di awal pertumbuhan tanaman. Pupuk yang digunakan sebagai pupuk dasar yaitu NPK GOLD DGW 16-10-18 dan HX-DAP.

PUPUK NPK GOLD DGW 16-10-18

Pupuk NPK GOLD DGW 16-10-18 adalah pupuk majemuk yang diproduksi dengan Teknologi AVAIL & Nutrisphere-N mampu meningkatkan penyerapan unsur Fosfor dan Nitrogen bagi tanaman. Pupuk ini diperkaya dengan unsur hara Nitrogen 16%, Phospate 10% dan Kalium 18%. Diaplikasikan sebagai pupuk dasar, NPK GOLD DGW 16-10-18 mampu merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. NPK GOLD DGW 16-10-18 diaplikasikan dengan dosis pemupukan 200 Kg/Ha dengan cara ditaburkan merata.

Lihat Detail Product :  NPK GOLD DGW 16-10-18

PUPUK HX-DAP

Pupuk HX-DAP merupakan pupuk tunggal DAP dengan kandungan unsur hara Nitrogen 18% dan Phospate 46%. Pupuk HX-DAP diaplikasikan dengan dosis pemupukan 100 Kg/Ha ditaburkan secara merata.

Lihat Detail Product : HX-DAP

Pemupukan Umur Tanaman 45 HST

PUPUK NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE

NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE merupakan pupuk Compaction Compound dengan kandungan unsur hara makro N,P, K yang berimbang serta dilengkapi unsur hara Magnesium 2%, Zinc 1%, Boron 0,5% dan Sulfur 3%. Pupuk ini di aplikasikan dengan dosis pemupukan sebesar 200 Kg/Ha dengan cara ditaburkan merata.

Lihat Detail Product : NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE

PUPUK HX-AS

Pupuk HX-AS  merupakan pupuk tunggal ZA yang diperkaya dengan unsur hara Nitrogen 21% dan Sulfur 24%. HX-AS diaplikasikan dengan dosis pemupukan 150 Kg/Ha diaplikasikan dengan cara ditaburkan merata.  

Lihat Detail Product : HX-AS

Pemupukan Tanaman Umur 75 HST

PUPUK NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE

NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE merupakan pupuk majemuk yang dilengkapi unsur hara Nitrogen 12%, Phospste 6%, Kalium 22%, Magnesium 3%, Zinc 0.05% dan Boron 0.1%. Dengan kandungan Kalium yang tinggi, pupuk ini cocok diaplikasikan pada saat fase pertumbuhan generatif tanaman untuk memacu pembentukan dan pertumbuhan umbi porang. NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE diaplikasikan dengan dosis pemupukan 200 Kg/Ha dengan cara ditaburkan merata.

Lihat Detail Product : NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE

PUPUK HX-MROPH

Pupuk HX-MROPH merupakan pupuk tunggal KCL dengan kandungan unsur hara Kalium 60%. Aplikasi pemupukan tanaman porang dengan dosis 50 Kg/Ha dengan cara ditaburkan merata. Sedangkan pupuk HX-AS diaplikasikan dengan dosis pemupukan 100 Kg/Ha dengan cara ditaburkan merata.

Lihat Detail Product HX-MROPH

4. Penyiangan Gulma

Penyiangan gulma dilakukan pada saat tanaman berumur 30, 60 dan 90 HST. Penyiangan dilakukan secara manual dengan cara mencabut gulma, menggemburkan tanah atau dengan mengaplikasikan herbisida apabila populasi gulma sulit dikendalikan.

5. Panen

Umumnya, panen tanaman porang dilakukan pada bulan Mei-Juni saat daun sudah mengering dan jatuh ke tanah. Rata-rata setiap tanaman porang mampu menghasilkan umbi dengan berat 0,5 – 3 Kg. Panen porang dilakukan dengan menggali tanah dengan hati-hati untuk menghindari adanya luka pada umbi porang.

Demikian artikel mengenai Budidaya Tanaman Porang, semoga bermanfaat bagi Sobat Hextar sekalian.

Share Article

Facebook
WhatsApp
Twitter

Share Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *