Nematoda-sista-kentang

Nematoda Sista Kentang, Penyakit yang Dapat Mengancam Produksi Tanaman Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu sumber karbohidrat yang banyak diminati masyarakat sebagai alternatif pengganti beras, terutama masyarakat perkotaan banyak yang menjadikan kentang sebagai komoditas yang dikonsumsi sehari-hari. Saat ini banyak restoran cepat saji yang menghidangkan berbagai makanan dengan bahan baku kentang, seperti kentang goreng, keripik kentang, dll. Melihat tingginya tingkat konsumsi kentang, maka komoditas ini memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan.

Menurut Data dari Badan Pusat Statistik, produksi kentang Nasional pada tahun 2019 sebesar 1,3 juta ton. Beberapa sentra produksi kentang di Indonesia tersebar di daerah Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dll. Peningkatan produksi tanaman kentang terus dilakukan setiap tahunnya. Namun terdapat beberapa kendala dan hambatan dalam proses budidaya tersebut. Salah satu hambatan yang dapat menurunkan produktivitas tanaman kentang yaitu adanya serangan hama dan penyakit yang menjadi kekhawatiran bagi petani. Salah satu penyakit penting tanaman kentang yaitu Nematoda Sista Kentang (NSK).

Mengenal Nematoda Sista Kentang

Sobat Hextar, Nematoda merupakan mikroorganisme dengan ciri-ciri seperti cacing berukuran sangat kecil. Nematoda memiliki mulut yang dilengkapi dengan stilet untuk menusuk dan menghisap cairan pada tanaman. Nematoda digolongkan ke dalam kelompok penyakit tanaman karena dapat mengganggu proses pertumbuhan pada bagian tertentu tanaman sehingga tanaman tidak dapat menjalankan pertumbuhannya secara normal.

nematoda

Gambar Perbesaran Nematoda di mikroskop

sumber :  wur

Jenis nematoda yang menyerangA tanaman kentang adalah Nematoda Sista Kentang yang disebabkan oleh Globodera rostochiensis. Nematoda NSK merupakan parasit utama yang diketahui menyerang tanaman kentang di Indonesia pada awal tahun 2003. Penyakit ini pertama kali dilaporkan menyerang kentang varietas granola di Dusun Sumber Brantas, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu, Jawa Timur dengan luas area serangan mencapai 25% dari total lahan seluas 800 Ha. Sejak tahun 1986, petani telah menanam benih kentang impor, di tahun 2002 benih kentang  yang ditanam petani dilaporkan berasar dari Jerman. Penyebaran NSK di Indonesia meliputi sentra produksi kentang di Kota Batu, Garut, Wonosobo, Pangalengan, Majelengka, dll. Selain kentang, NSK menjadi inang beberapa tanaman seperti tomat dan terong.

Morfologi dan Siklus Hidup

Mengingat Nematoda Sista Kentang merupakan parasit utama tanaman kentang maka petani perlu mengetahui mengenai siklus hidup dan morfologi NSK. Nematoda Sista Kentang memiliki sista berbentuk bulat berwarna kuning yang menempel pada akar kentang. NSK jantan berbentuk seperti cacing (vermiform) sedangkan NSK betina berbentuk bulat. 

Siklus hidup NSK selama 38-48 hari meliputi tahap telur, larva dan sista atau nematoda dewasa. Produksi telur NSK dapat mencapai 200-500 butir. Larva NSK yang menetas pada tanah berpasir lebih banyak dibandingkan dengan tanah gembur dan liat. NSK memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di dalam tanah membentuk sista yang dapat bertahan hidup sampai 10 tahun apabila kondisi lingkungan kurang menguntungkan (suhu sangat rendah & tinggi, kekeringan dan tidak ada tanaman inang). Apabila kondisi lingkungan sesuai, nematoda kembali aktif terutama pada suhu optimum untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan antara 15-21 derajat celcius.   

Gejala Penyakit NSK

gejala-penyakit-nematoda-sista-kentang

Gejala Penyakit Nematoda Sista Kentang

sumber www.agriculture.gov.au

Nematoda Sista Kentang menyerang perakaran tanaman kentang. Serangan NSK menyebabkan tanaman terlihat layu, menguning dan pertumbuhan tanaman kerdil.   Pada serangan berat, penyakit ini dapat menyebabkan daun dan batang tanaman kentang mengeriting dan mati. Gejala penyakit ini di area perkebunan akan terlihat tanaman menguning tidak merata. Tanaman kentang yang terserang NSK masih dapat bertahan hidup tetapi umbi yang dihasilkan jumlahnya sedikit dan berukuran kecil sehingga dapat merugikan petani. Potensi kehilangan hasil panen kentang akibat serangan NSK dapat mencapai 80%.

nematoda-sista-kentang

Gambar Sista kentang pada perakaran kentang

SUMBER www.padil.gov. au

Untuk mengetahui tanda tanaman kentang terserang penyakit ini, petani dapat memeriksa perakaran kentang. Serangan NSK ditandai dengan adanya benjolan atau bintil-bintil berwarna putih kekuningan atau coklat keemasan pada akar dengan diameter sekitar 0.5 mm.

Pengendalian Nematoda Sista Kentang

gejala-penyakit-NSK-di-lapang

Gejala Penyakit NSK di Lapang

sumber www.agupdate.com

Petani dapat mengendalikan penyakit Nematoda Sista Kentang dengan cara  :  

  • Sanitasi kebun dengan pengolahan tanah yaitu mencangkul tanah agar NSK terekspos keluar lalu membiarkan tanah terkena sinar matahari serta membersihkan gulma.
  • Melakukan rotasi tanaman dengan menanam tanaman bukan inang NSK.
  • Memilih benih sehat dan varietas tahan NSK misalnya Marion, Culva, Elvira, Gitte, Vevi, Aula dan Villi tahan terhadap NSK biotipe A dan B. Varietas Granola, Miranda, Renema dan Alexa tahan terhadap NSK biotiope A. Selain itu varietas Herold, Pirola dan Dextra tercatat tahan terhadap NSK biotipe A.
  • Mencabut tanaman hingga perakaran tanaman yang terinfeksi NSK.
  • Melakukan pemupukan yang tepat dan berimbang.
  • Melakukan pengendalian hayati dengan memanfaatkan kemampuan musuh alami NSK seperti cendawan Verticillium chlamydosporum yang mampu memarasit telur dan induk NSK.
  • Menggunakan tanaman perangkap seperti tomat dan terung.

Sumber : Iis Nur Aisyah. Siklus Hidup dan Morfologi Nematoda Sista Kentang (Globodera rostochiensis).

Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim.

Strategi Pengendalian Terpadu Nematoda Sista Kentang (Globodera rostochiensis) pada Tanaman Kentang. http://hortikultura.pertanian.go.id/?p=1993

Share Article

Facebook
WhatsApp
Twitter

Share Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *