Pupuk-rambutan

Hasilkan Buah yang Lebat, Begini Cara Aplikasi Pemupukan Tanaman Rambutan

Pemupukan Tanaman Rambutan - Buah Rambutan salah satu buah yang banyak kita jumpai. Buah yang satu ini merupakan primadona yang banyak digemari karena rasanya yang manis dan berair. Tanaman buah rambutan banyak dijumpai tumbuh di pekarangan rumah. Perawatan tanaman rambutan menjadi aspek penting agar dapat berbuah lebat saat musimnya tiba.

Dilansir dari laman Cybex Pertanian, Berikut  beberapa cara merawat pohon rambutan agar berbuah lebat. 

1. Penyiraman

Tanaman Rambutan disiram sekali setiap hari. Penyiraman dilakukan saat sore hari. Sebaiknya Sobat Hextar tidak menyiram secara berlebihan yang memunculkan genangan. Hal ini dapat  memicu munculnya penyakit busuk akar.

2. Pemupukan
Tanaman rambutan membutuhkan asupan hara yang cukup untuk membantu proses pertumbuhannya. Pupuk yang digunakan adalah kombinasi pupuk NPK dan pupuk kandang  yang dapat menyuburkan tanaman rambutan.

3. Pemangkasan
Salah satu teknik yang dapat Sobat Hextar aplikasikan untuk memperlebat buah adalah pemangkasan. Terdapat 4 macam teknik pemangkasan, yaitu :

  • Pemangkasan Tunas : Memangkas tunas atau cikal daun dan ranting pohon. Hal ini agar cadangan makanan dapat digunakan untuk pembuahan saja.
  • Pemangkasan Ringan : Memangkas cabang yang tidak produktif seperti batang yang lebih kecil dari ranting.
  • Pemangkasan Sedang : Menebang batang yang rusak karena patah atau retak
  • Pemangkasan Berat : Pemangkasan dilakukan saat produksi buah mulai berkurang dengan cara memotong cabang yang tua. Setelah memangkas cabang, sebaiknya diikuti dengan proses okulasi. Proses pemangkasan berat ini sebaiknya dilakukan oleh petani yang berpengalaman, karena dapat mematikan pohon rambutan.

4. Cara Panen Rambutan
Cara panen terbaik tanaman rambutan adalah dengan menggunakan gunting khusus. Ranting yang digunting dapat memunculkan tunas baru sebagai tempat rambutan berbuah lagi.

5. Saat Pasca Panen
Setelah proses panen, sebaiknya Sobat Hextar aplikasikan pemupukan untuk mengganti asupan hara yang hilang saat panen. Aplikasi pupuk dilakukan 3 minggu setelah panen dengan menggunakan pupuk NPK. Cara aplikasi pemupukan dengan membuat alur sedalam 30 cm  mengelilingi kanopi pohon. Pupuk dibenamkan dan ditutup dengan tanah.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman rambutan seperti kutu putih, ulat daun, jamur upas, dll. Hama dan penyakit tersebut sebaiknya dikendalikan apabila telah melebihi ambang batas yang dapat menurunkan hasil dan produksi tanaman rambutan. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara pengendalian secara teknis maupun aplikasi pestisida sesuai dosis anjuran.

Apabila Sobat Hextar telah menerapkan beberapa cara diatas namun pohon rambutan tapi tak kunjung berbuah, berikut kami berikan rekomendasi cara aplikasi pemupukan dengan dosis dan aplikasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhan rambutan.

Pemupukan dapat dilakukan pada dua tahapan proses budidaya, yaitu dapat diberikan pada pemupukan dasar dan pemupukan susulan secara intensif.

PEMUPUKAN Dasar

Pupuk dasar diaplikasikan untuk memenuhi asupan nutrisi tanaman rambutan agar tumbuh dengan subur di awal fase pertumbuhannya.  Beberapa produk berikut yang dapat Sobat Hextar aplikasikan yaitu :

Pupuk-Rambutan
  • Komposisi : Nitrogen 16%, Phospat 10%, Kalium 18%
  • Dosis Aplikasi : 150 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 18%, Phospate 46%
  • Dosis Aplikasi : 100 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Dosis Aplikasi : 10 Kg
  • Cara Aplikasi Ditaburkan merata

Pupuk Susulan

Pemupukan susulan di aplikasikan secara intensif agar mampu memicu pertumbuhan daun, batang serta bunga dan buah rambutan. Berikut beberapa tahap aplikasi pemupukan susulan :

Pemupukan Tanaman Umur 0-1 Tahun
Pupuk-durian
  • Komposisi : Nitrogen 15%, Phospat 15%, Kalium 15%, Magnesium 2%, Zinc 1% dan Boron 0.5 %
  • Dosis Aplikasi : 150 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 18%, Phospate 46%
  • Dosis Aplikasi : 50 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 16%, Phospat 10%, Kalium 18%
  • Dosis Aplikasi : 150 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
Pemupukan Tanaman Umur 2 Tahun
Pupuk-durian
  • Komposisi : Nitrogen 15%, Phospat 15%, Kalium 15%, Magnesium 2%, Zinc 1% dan Boron 0.5 %
  • Dosis Aplikasi : 150 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 18%, Phospate 46%
  • Dosis Aplikasi : 100 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 16%, Phospat 10%, Kalium 18%
  • Dosis Aplikasi : 200 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
Pemupukan Tanaman Umur 3 Tahun
Pupuk-Rambutan
  • Komposisi : Kalium 60%
  • Dosis Aplikasi : 100 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 16%, Phospat 10%, Kalium 18%
  • Dosis Aplikasi : 150 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 12%, Phospat 6%, Kalium 22%, Magnesium 3%, Zinc 0,05% dan Boron 0,1%.
  • Dosis Aplikasi : 300 gram/tanaman
  • Cara Aplikasi : Ditugal/ Dikocorkan
Pemupukan ke 3 dan 4 Interval 3 Bulan
Pupuk-Rambutan
  • Komposisi : Nitrogen 13% dan Kalium 45%
  • Dosis Aplikasi : 100 Kg/Ha 
  • Cara Aplikasi : Disemprotkan
  • Komposisi : Nitrogen 16%, Phospat 10%, Kalium 18%
  • Dosis Aplikasi : 200 Kg/Ha
  • Cara Aplikasi : Ditaburkan merata
  • Komposisi : Nitrogen 12%, Phospat 6%, Kalium 22%, Magnesium 3%, Zinc 0,05% dan Boron 0,1%.
  • Dosis Aplikasi : 300 gram/tanaman
  • Cara Aplikasi : Ditugal/ Dikocorkan

Aplikasi Pupuk Daun

pupuk-daun-hextar-fertilizer-indonesia
  • Komposisi : Phospat 50%, Kalium 35%
  • Dosis Aplikasi : 2-5 Gram/L
  • Cara Aplikasi : Disemprotkan
  • Waktu Aplikasi : Sebelum pembentukan bunga
  • Komposisi : Nitrogen 13% dan Kalium 46%
  • Dosis Aplikasi : 3-6
    gram/L
  • Cara Aplikasi : Disemprotkan
  • Waktu Aplikasi : Setelah Pembentukan buah

Demikian artikel mengenai pemupukan tanaman rambutan, semoga bermanfaat bagi Sobat Hextar semua.

Share Article

Facebook
WhatsApp
Twitter

Share Article

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *